Latihan Hening untuk Momen Singkat

Latihan hening tidak harus rumit; bahkan beberapa menit pengamatan sederhana sudah cukup. Ambil waktu singkat untuk mengamati apa yang ada di sekitarmu tanpa menilai atau merencanakan.

Coba praktikkan ritual dua menit: duduk, pejamkan mata jika nyaman, dan arahkan perhatian pada satu hal seperti suara hujan, tekstur selimut, atau rasa minuman. Biarkan perhatian itu tinggal sebentar tanpa tuntutan.

Jika sedang bergerak, buatlah ‘jalan pelan’ selama 1–3 menit. Perhatikan langkahmu, kontak kaki dengan tanah, dan ritme langkah tanpa mengubahnya. Ini membantu memecah hari menjadi bagian-bagian yang terasa terukur.

Gunakan objek sederhana sebagai jangkar—seperti tombol pada pakaian atau cangkir favorit—sebagai pengingat untuk berhenti sejenak. Setiap kali melihatnya, luangkan waktu singkat untuk hadir.

Untuk menandai akhir hari, pilih satu ritual kecil seperti menuliskan satu hal yang kamu nikmati hari itu atau menyalakan lilin selama beberapa menit. Ritual penutup membantu memberi rasa kelengkapan pada hari.

Intinya, latihan hening adalah undangan untuk memberi ruang pada momen tanpa aturan ketat; pilih bentuk yang paling cocok dengan keseharianmu dan biarkan ia menjadi bagian lembut dari rutinitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *